Dalam mengembangkan business intelligence system (BI System) untuk hospitality maka secara garis besar data dapat dibagi menjadi 2 sumber yaitu data internal perusahaan dan data eksternal perusahaan. Data internal dapat bersumber dari :
Akses data dari PMS dapat berupa akses langsung ke dalam basis data transaksional ataupun melalui Application Protocol Interface (API). Data dari PMS merupakan sumber utama dari pengembangan data warehouse.
Adakalanya PMS tidak dilengkapi dengan sistem akuntansi dan terbatas hingga sampai pada pendapatan dari penjualan kamar, food and beverage dan beberapa layanan lain seperti spa. Maka data dari sistem akuntansi dapat mendukung pengembangan dari data warehouse.
Sedangkan data eksternal dapat bersumber dari :
Data eksternal merupakan tantangan tersendiri bagi industri hospitality karena untuk mendapatkannya memerlukan usaha yang lebih sulit dibandingkan data internal. Untuk mendapatkan data eksternal yang bersumber dari internet maka umumnya dilakukan menggunakan metode web scrapping dan web crawling. Data eksternal berpeluang memberikan gambaran posisi perusahaan diantara pesaing dan informasi potensi pemasaran lainnya.
Domain sumber data dalam industri perhotelan : Sumber (Hospitality Business Intelligence: Tools, Providers | AltexSoft, n.d.)
Dalam artikel ini kami akan membahas bagaimana rancang minimal sebuah BI system yang dapat diterapkan oleh sebuah perusahaan. Secara umum kebutuhan fungsional sistem dapat didefinisikan sebagai berikut :
Penyajian data historis booking dan occupancy dapat memberikan gambaran trend pemesanan dan penjualan yang terjadi. Bagaimana trend canceled booking, bagaimana trend penjualan per season, apakah ada peningkatan dari penjualan di season yang sama di tahun sebelumnya. Begitu juga dengan penyajian revenue dashboard, expense dashboard, dan profit and loss dashboard yang pada intinya memberikan gambaran apakah strategi manajemen yang telah dilakukan memberikan dampak yang signifikan terhadap fungsi-fungsi vital dari perusahaan.
Mendapatkan rekomendasi nilai prediksi memberikan peluang diambilnya strategi yang lebih tepat. Metode machine learning dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan prediksi ini.
Bagian ini merupakan salah satu bagian yang penting dari manajemen hospitality. Memperoleh rekomendasi harga kamar yang tepat per suatu waktu memberikan peluang untuk perusahaan terhindar dari kerugian akibat harga yang terlalu rendah yang berakibat berkurangnya pendapatan, atau harga yang terlalu tinggi yang beresiko kamar tidak terjual. Beberapa faktor yang mempengaruhi harga kamar adalah harga pesaing, fasilitas, lokasi, season, dan jumlah permintaan.
Membangun reputasi yang baik bagi industri hospitality adalah sebuah hal yang mutlak dilakukan. Walaupun perusahaan tidak bisa menghindar sepenuhnya dari review negatif namun pengelolaan dari hal tersebut bisa memberikan dampak yang minimal.
Bagaimana menentukan potensial customer adalah tujuan utama dari CRM System. Lebih jauh lagi CRM System mampu memberikan gambaran karakteristik dari konsumen sehingga proses personalisasi konsumen bisa memberikan manfaat layanan yang lebih baik bagi wisatawan. Proses klasifikasi dan klustering menggunakan metode machine learning mungkin diperlukan dalam menjawab tantangan ini.